Arsip Tag: serba serbi

Resiko Jika Menikung dengan Kecepatan Tinggi

Body roll, menurut seorang Director Jakarta Defensive Driving Center, Jusri Pulubuhu ialah suatu momen pada saat mobil terasa berposisi miring pada saat sedang berada di tikungan. Pada saat mobil berbelok, berat mobil seakan akan terlempar keluar tikungan hingga menyebabkan mobil terguling ke arah yang sebaliknya. Apabila anda berbelok ke arah kiri, maka mobil akan terpental ke arah kanan, begitu pun juga sebaliknya.

Mobil yang mempunyai ground clearance tinggi antara tanah hingga bodi mobilĀ  tinggi biasanya lebih cenderung membuat penumpang dan pengendara tak nyaman terutamanya pada saat sedang menikung karena limbung yang body roll. Keadaan body roll akan lebih terasa pada saat mengendarai mobil dengan bodi yang tinggi dalam kecepatan berbelok yang cukup tinggi juga. Mobil tipe SUV serta minibus ialah yang paling sering mengalami kejadian tersebut.

Dan untuk meminimalisir akan terjadinya body roll pada tikungan, maka salah satunya dengan memperlambat kecepatan kendaraan supaya gaya dorong yang dihasilkan nantinya tak terlalu besar. Langkah tersebut dapat juga dilakukan untukĀ  menjaga kenyamanan bagi para penumpang.

“Body roll sebetulnya terjadi dikarenakan gaya sentrifugal atau lebih mirip sistem pengering untuk mesin cuci dengan cara memutar. Semakin cepat gerakan putaran mesin, maka akan semakin banyak air yang terlempar dari baju,” jelas Jusri seperti dilansir dari Inews.

Body roll sebetulnya terjadi dikarnakan gaya yang sering dibilang gaya sentrifugal. Gaya yang sama sebetulnya akan terjadi pada sistem pengering untuk mesin cuci yang akan mengeringkan baju basah dengan sistem memutar. Semakin cepat perputaran yang terjadi padamesin, maka makin banyak air yang akan terlempar dari baju. Semakin besar kecepatan pada saat menikung, maka akan semakin besar pula gaya yang mendorong keluar dari tikungan tersebut.

Berkendara menikung dengan kecepatan terlampau tinggi akan membuat kerja suspensi tidak bisa maksimal dan sangat berisiko yang dapat menyebabkan mobil terguling. Karena berat penumpang sert berat kendaraan yang akan membuat gaya dorong keluar tikungan makin besar.

Wabah Korona Mulai Goyang Industri Otomotif Eropa

Menyebarnya wabah virus korona juga berakibat pada sektor industri otomotif. Beberapa produsen otomotif yang ada di Eropa mulai cemas. Jaguar Land Rover mengutarakan mengenai kekhawatirannya pada kondisi disrupsi disebabkan oleh merebaknya wabah virus korona, yang terutama kepada jalur distribusi suku cadang untuk pabriknya.

Lewat laporan mengenai pencapaian perusahaan selama keempat pada tahun lalu, perusahaan yang berasal dari Inggris tersebut mencatatkan potensi gangguan sampai ke pabrik yang berada di luar China. Seperti yang telah dikutip dari halaman Autonews, Jaguar Land Rover mengaku bila akibat gangguan produksi disebabkan oleh terbatasnya suplai suku cadang itu namun belum mempunyai perhitungan yang pasti.

Berdasar pada kebijakan yang telah dikeluarkan oleh induk perusahaannya, Tata Motors, fasilitas yang produksi oleh Jaguar Land Rover telaj menghentikan kegiatannya semenjak libur Imlek yang lalu. Pabrik yang dimaksudkan letaknya di wilayah Changshu, yang mempunyai jarak sekitar 750 Km dari pusat endemik menyebarnya virus korona yaitu kawasan Wuhan.

Langkah mengenai penutupan pabrik ini akan tetap berlanjut, semenjak Jumat pekan yang lalu sampai batas kurun waktu yang belum dapat ditentukan. Keputusan ini diprediksikan sebab belum pulihnya kegiatan manufaktur produsen komponen bahan baku produksi mobil, begitu pun juga dengan sistem transportasi yang membawa pekerja maupun barang.

Penyediaan suku cadang produksi China yang kian menipis di beberapa pabrik produsen mobil di Eropa, sebelumnya telah menjadi kecemasan perusahaan yang lain contohnya saja Fiat Chrysler Automobile. Kecemasan tersebut, bahkan sekarang ini diproyeksikan dapat menjadi penyebab dihentikannya produksi fasilitas pabrik kendaraan itu di Eropa.

Di dalam pernyataannya, CEO Fiat Chrysler Automobiles Mike Manley mengatakan bahwa akan ada salah satu fasilitas pabrik FCA yang sekarang ini terancam berhenti berproduksi, disebabkan oleh gangguan tersebut. Tanpa mengatakan lokasi fasilitas itu, Manley memprediksikan bahwa habisnya stok suku cadang ini akan terjadi dalam kurun waktu dua sampai empat pekanyang akan datang.

Sampai saat ini, memang belum ada konfirmasi tentang detail fasilitas pabrik FCA yang telah terpengaruh dengan berkurangnya ketersediaan komponen dari China. FCA sendiri juga menaungi beberapa merek yang berpusat di Eropa ataupun Amerika Serikat seperti Maserati, Alfa Romeo, Fiat, Jeep, dan Chrysler.